Kesebelas

1874 Kata
Sesampainya di rumah. Kita disambut nenek yg sudah berdiri di depan pintu sejak mendengar mobilku memasuki halaman rumah. " Assalamualaikum Bu. " sapa mamah papah " Waalaikumsallam, ayoo masuk. " jawab nenek sambil memegang punggung mamah dan papah " ibu sehat kan? " tanya papah menoleh ke arah nenek " Alhamdulillah sehat, kalo ga sehat ga mungkin dong nyambut kalian. " jawab nenek sambil tersenyum. Dan kami semua pun ikut tersenyum Lalu kamu semua menuju meja makan dan makan bersama. Saat makan tak ada obrolan apapun. Karena papah dan nenek tidak suka jika berbicara di sela sela waktu makan. Kita akan ngobrol ketika makanan di piring sudah habis. Selesai makan, mamah dan nenek pergi ke kamar masing-masing. Sedangkan papah dan aku masih ada di meja makan. " Jadi kamu sama Ken pacaran? " tanya papah sambil mengelap bibirnya dg tissue " Iyaa begitulah pah. " jawabku sambil unjuk gigi " Terus Kaysan? " tanya papah menatapku tajam " Heeemmm iyaa kan papah tau dari dulu aku dan Kaysan sahabat. Dia ga pernah ngomong apapun sama aku. " jawabku sambil membuang nafas berat " Tapi kamu masih suka sama dia kan? Papah liat si gitu, dan papah liat juga dia suka sama kamu. " kata papah sambil mengambil air minum " Heeemmm iyaa tp Kaysan belum pernah nyatain pah. Jadi kalo aku sama dia itu ga ada kepastian dan kejelasan. " jawabku sedikit BT karena sebenernya kan papah udah tau " yaa papah si terserah kamu aja. Mau Kaysan atau Ken yg penting anaknya baik, bertanggung jawab dan tulus sayang kamu. " kata papah sambil mengelus elus rambutku " iyaa pah. " jawabku sambil tersenyum (Dirumah Kaysan) " Jadi loe kalah saing sama Ken hm? " kata kak Ivan pada Ken sambil menggulung lengan kemejanya " Apaan si ga usah bahas yg aneh aneh deh. " jawab Kaysan jutek " Lagian gue aneh sama Loe, kenapa ga mau ngomong sama Kyara? Giliran dia sama cowo lain, Loe pasang tampang begitu, kaya cemburu dan ga ikhlas. " kata kak Ivan sambil menatap tajam mata Ken " Au ah males gue cerita sama Loe, ujungnya gue juga yg disalahin. " jawab Kaysan sambil berlalu di depan Ken menuju kolam renang " Yaa iyaa lah jelas Loe yg salah, Loe itu cowo. Dimana mana cowo yg harus maju duluan. " kata kak Ivan menyusul Kaysan dan berdiri di sampingnya " Gue tau kak. Tp Loe liat kan, cowo yg sama Kyara sekarang? Dia udah mapan diusia yg sama kaya gue. Sedangkan gue? Gue apa? Gue belum punya semua itu. Wisuda aja baru besok. Loe paham kan maksud gue kak? " kata Kaysan panjang lebar sambil memejamkan matanya " Gue ngerti dan paham banget maksud Loe Kay. Tapi yg harus Loe tau pasti, cewe itu butuh kepastian dan kejelasan. Bukan cuma sikap overprotektif ga jelas. Cewe itu butuh status. Dan cewe ga bisa untuk selalu menunggu. Pasti ada saat dimana dia lebih memilih cowo yg gentle daripada memilih cowo yg memberinya hubungan tanpa status. Dan untuk masalah pekerjaan, itu kan bisa sambil berjalan. Yg penting hubungan itu jelas dulu. Toh kalian masih muda ga mungkin juga begitu pacaran langsung nikah, kerja aja belum. " jelas kak Ivan sambil menepuk pundak Kaysan lalu masuk ke dalam Kaysan hanya menghela nafas berat. Lalu membuka matanya dan menatap ke kolam renang, dg tatapan kosong tp otaknya tetap berfikir mencerna ucapan kak Ivan. Ternyata semua orang mengucapkan hal yg sama. Ntah itu teman temannya ataupun kakaknya sendiri. Yaa mungkin Kaysan memang salah, karena terlalu menjunjung tinggi prinsip nya sendiri. Tp semua orang memang punya prinsip yg ga bisa di ganggu gugat kan? Jadi kalo udah lebih mempertahankan prinsip daripada perasaan yaa harusnya ga boleh menyesal dong. Cukup terima, dan jalani. Karena itu sudah menjadi konsekuensi. Yaa hanya itu yg bisa Kaysan lakukan sekarang, terima dan jalani. Tapi Kaysan janji pada dirinya sendiri, akan selalu mencintai Kyara, ada di setiapnya butuh, akan selalu memperhatikan dan mengawasi Kyara dari jauh. Sampai saatnya tiba, ia sendiri yg akan datang menjemputnya. Yaa kita liat saja nanti. Akankah Kaysan berhasil menjemput Kyara? Apakah semuanya belum terlambat untuk Kaysan? (Lalu di Kantor Ken) Ken penasaran dan terus memikirkan kata kata kak Ivan yg seolah menyindir seseorang. Yaa orang itu adalah Kaysan, Sahabat Kyara. Ken jadi berpikir, apakah benar mereka hanya sebatas sahabat? Tapi kenapa seolah ada cinta disetiap tatapan Kaysan pada Kyara? Apa Kyara juga mencintainya? Karena sikap Kyara juga sedikit aneh tadi? Tapi kalo saling cinta kenapa ga bersama? Apa mereka pernah punya hubungan sebelumnya? Apa kehadiran gue jadi duri diantara mereka yaa? tanya Ken dalam hati. Yaa banyak pertanyaan yg muncul dalam pikiran Ken. Ah sudahlah biarin aja, yg penting gue harus menjaga hubungan gue sama Kyara sekarang. Kata Ken lagi dalam hati, seolah menenangkan diri sendiri. Yaa cinta memang butuh diungkapkan. Karena jika tidak, cinta akan terus menerka nerka dan mencari kepastian. Jika kepastian tidak di dapatkan, maka cepat atau lambat, cinta itu akan berpaling. Bukan karena tak cinta juga, tp karena cinta akan lebih memilih saat dirinya diakui. Dan yg berhasil mendapatkan cinta itu, bukan tentang siapa cepat dia dapat. Tapi tentang keberanian untuk mengungkapkan yg menjadikannya layak untuk diperhitungkan. Seperti itulah kira kira. Benar atau tidak, yaa itu adalah pendapat ku. Setiap orang pasti punya pendapatnya sendiri sendiri kan. Tp kalo untuk masalah lebih memilih menata masa depan dulu dan mengesampingkan cinta. Itu adalah sebuah prinsip. Prinsip yg tidak bisa di sama ratakan satu dg yg lainnya. Dan kita tidak bisa memaksa seseorang untuk merubah prinsipnya Karena untuk semua orang, prinsip adalah sebuah pegangan hidup. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Waktu untuk orang orang Kantor pulang. Dan aku baru saja selesai mandi dan pakai baju. Tiba-tiba ada panggilan telepon dari Ken. Lalu aku langsung mengangkatnya. " Assalamualaikum sayang, nanti malem ada acara ga? " tanya Ken sambil menyetir mobil menuju rumahnya " Waalaikumsallam Ken. Eeemmmm ga ada Ken. Kenapa emangnya? " Tanya ku sambil duduk di kursi rias " Mau dinner? " Tanyanya singkat tp dg suara yg lembut dan merdu " Dinner? Dimana dan jam berapa Ken? " bukannya menjawab pertanyaan, aku malah bertanya balik " Nanti aku jemput kamu abis Maghrib yaa? " tanya Ken seolah aku mengiyakan ajakannya " Oke Ken, aku tunggu yaa. " jawabku singkat Selesai sholat Maghrib aku lalu bersiap siap karena sebentar lagi pasti Ken Dateng untuk menjemput. Malam ini aku memutuskan untuk memakai dress. Yaa karena kita mau dinner jadi aku lebih memilih pakai dress. Aku memakai chiffon dress ala ala Korea, dg panjang selutut berwarna abu abu dg hiasan bunga sakura putih dan kupu-kupu. Model lengannya hampir sampai sesiku. Sangat simpel menurutku tp tetap elegan dan tidak ada kesan mewah. Yaa karena memilih dress tipe cassual. Rambut selalu aku biarkan tergerai hanya tadi sempat aku curly di ujungnya. Lalu aku memakai highlees dg hak yg tidak terlalu tinggi hanya 5cm. Aku memakai jam tangan putih dan membawa tas selempang hitam kecil keluaran brand ternama. Untuk make up, aku selalu menggunakan make up flawles sesuai umurku. Dirasa penampilan ku sudah cukup perfect, aku lalu keluar kamar. Saat aku berjalan menuju ruang tamu, ternyata Ken sudah duduk disana bersama mamah, papah dan nenek. Kapan dia datang? Ko aku ga denger suara mobilnya? Mungkin aku yg terlalu fokus berdandan jadi sampai ga denger. Yaa pertanyaan itulah yg pertama kali muncul dalam otakku, sambil aku sedikit mengerutkan kening. Lalu aku berjalan mendekati mereka dg sesekali menundukkan kepalaku karena sedikit malu dan deg degan pada Ken. " Anak papah cantik banget. " Papah memulai pembicaraan mengurangi rasa gugupku. Lalu aku melihat ke arah papah dan tersenyum Disana aku melihat Ken memakai koas putih dan kemeja hitam lengan panjang di luarnya. Kemejanya dibiarkan begitu saja tak di kancing satupun, dg lengan kemeja di gulung rapi sampai siku. Untuk celana, Ken memakai celana jeans panjang hitam dg bagian bawah sedikit terlihat benang benang celananya. Sangat keren, cool, tampan, seperti artis artis Korea. Yaa ntah bagaimana malam ini dandanan kita seperti sepasang kekasih di drama Korea hehehehe. Sangat manis dan matching. Lalu Ken tersenyum manis padaku dan menghampiri ku dg tangan di taruh di pinggang seolah menaruh kode jika tanganku harus melingkarkan tangan padanya. " So beautiful baby. " bisiknya di telingaku membuat aku sedikit merinding " thank you, you is so handsome Ken. " jawabku sambil tersenyum " Ready? " tanyanya sambil mengedipkan sebelah matanya " Ready. " jawabku sambil menganggukan kepala " Saya ijin bawa Kyara yaa om tante, nek. " ijin Ken sambil menganggukkan kepalanya pada mereka " iyaa hati hati Ken. " jawab mamah menganggukkan kepalanya juga sambil tersenyum " jangan pulang terlalu malam yaa. " sambung papah menepuk bahu Ken " iyaa Om Tante. Kita pamit. Assalamualaikum. " jawab Ken sambil mencium tangan mamah papah dan nenek, lalu aku mengikuti yg Ken lakukan. Setelahnya kita berjalan menuju mobil Ken Ken membukakan pintu untukku dan mempersilahkan aku masuk. Lalu begitu aku duduk, Ken menatapku intens sambil tersenyum. Dan mencondongkan tubuhnya kearah ku. Aku yg terkejut dg sikap Ken, agak sedikit memundurkan tubuhku. Wajah Ken semakin maju dan sangat dekat dg wajahku. Jantungku semakin tak karuan. Dg refleks aku memejamkan mataku. Ken tersenyum sangat manis. Lalu tiba-tiba terdengar suara "ceklek". Yaa ternyata Ken hanya ingin memasangkan seatbelt ku. Aku malah berpikir yg macam macam. Kotor sekali yaa otakku ini. Sejak kapan jadi m***m begini hehehehe. Lalu aku membuka mata, dg wajah Ken masih di depan ku yg hanya berjarak beberapa centi saja. Dan senyum terus tersungging di bibirnya " Hayoo mikir apa? m***m yaa? " katanya sambil mencolek hidungku dan tersenyum jail. Lalu menegakkan badannya dan mulai memasang seatbeltnya sendiri " iiissshhh apaan si Ken iseng banget. Kamu tuh yg m***m, bikin aku deg degan aja tau. " jawabku kesal bercampur malu sambil aku terus menundukkan kepalaku lalu melirik Ken, dan Ken hanya tersenyum sambil memegang stir dg pandangan lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun ke arahku. Ken mulai melajukan mobilnya. Aku jadi tambah kesal. Bukannya minta maaf udah bikin aku malu malah senyum senyum mulu, udah gitu ga natap aku pula. Akupun memasang wajah BT . Ken yg melihat ekspresi wajah BT ku, lalu dia mencoba merayuku. " Kenapa Hm? " Tanya Ken sambil menoleh kearah ku dan tersenyum. Lalu tangan yg satu menggenggam tanganku, dan satunya lagi memegang stir mobil " Ga papa. " jawabku jutek " Kamu marah karena aku ga jadi nyium? Mau aku cium beneran biar ga marah Hm? tanya Ken sambil tersenyum menggoda ku dan menaik turunkan alisnya " iiissshhh apaan sih Ken. Kamu tuh yaa, ko jadi seneng banget nggodain aku si. " jawabku masih kesel dan mau melepaskan tanganku darinya " Hehehehe maaf abis kamu gemesin si. Lucu kalo lagi marah gitu. " jawab Ken tersenyum dan menahan tanganku untuk tidak lepas " Sebel. " kataku singkat " Jangan sebel sebel nanti cantiknya ilang Lo. " rayu Ken sambil mengusap punggung tangan ku lalu menciumnya Aku hanya terdiam tak merespon ucapan Ken. Tetap fokus melihat ke depan. Tp dalam hatiku sangat bahagia, Ken melakukan itu semua. " Senyum dong sayang. Masa mau dinner cemberut mulu si. Iyaa deh aku minta maaf ga bakal isengen kamu lagi " rayunya lagi untuk membuatku tersenyum dan akhirnya akupun tersenyum manis pada Ken. Ken pun menatapku sambil tersenyum dan mencium punggung tangan ku lagi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN