Oh yaa aku lupa menceritakan tentang CEO menyebalkan yg jadi atasan ku itu.
Namanya Darren Mahardika. Dia adalah pewaris utama dari perusahaan Mahardika Group. Ayahnya bernama Mahardika. Beliau seorang pembisnis yg sangat sukses. Perusahaannya mampu menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan terbesar dan tersukses se Indonesia. Karena beliau orang hebat, keturunan yg di lahirkan pun tak kalah hebat. Yaa Darren Mahardika mendirikan perusahaan sendiri yg diberi nama DM Group. Dia lebih memilih untuk menjalankan perusahaannya sendiri daripada harus meneruskan perusahaan keluarganya. DM Group juga masuk dalam jajaran perusahaan besar. Meski belum sebesar perusahaan ayahnya, tp DM Group mampu menduduki peringkat ketiga perusahaan terbesar dan tersukses di Jakarta. Yaa lumayanlah yaa, kalo di Jakarta udah nomor 3, pasti mudah untuk menembus sampai ke level se Indonesia yaa kan.
Darren Mahardika atau yg biasa dipanggil Darren itu orang yg cool, manis, keren, dan perfect. Bukan cuma penampilannya yg perfect tp untuk masalah pekerjaan juga Darren selalu menuntut untuk perfect. Salah sedikit saja, Darren bisa ngomel tanpa henti. Makannya para karyawan menyebutnya Mr. Perfect. Untuk kisah asmara nya, Darren sangat di gilai semua wanita. Selain karena tampangnya yg menawan, juga karena kesuksesan yg sudah diraihnya di usia muda. Yaa Darren termasuk CEO termuda di Indonesia. Darren juga terkenal sebagai playboy cap Kakap alias playboy banget. Karena Darren selalu baik kesemua cewe, ntah ceweknya yg salah mengartikan kebaikan Darren atau memang Darren yg hobi membuat PHP para cewe? Ntahlah tapi julukan playboy sudah sangat melekat padanya.
Pagi ini adalah hari pertama aku kerja sebagai sekretaris di DM Group. Dan di hari ini juga awal dari kisah hidupku yg penuh dg cerita. Juga menjadi awal aku untuk terus berpura-pura bersikap profesional dalam bekerja karena setiap hari aku harus bertemu setiap hari dg Darren CEO menyebalkan itu.
Aku sengaja berangkat lebih awal dari kemaren. Karena aku ga mau kejadian di parkiran kemaren terjadi lagi. Yang pasti aku males kalo pagi pagi harus ketemu CEO menyebalkan.
Aku sudah duduk diruanganku, aku menyibukkan diri dg pekerjaan. Yaa aku sudah diberitahu pekerjaan apa saja yg harus dikerjakan oleh mba Linda resepsionis. Jadi aku bisa langsung mengerjakannya. Lagi fokus menatap layar komputer, tiba-tiba ada yg memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu. Sebenarnya karena pintunya memang belum aku tutup sepenuhnya si, hanya terbuka sedikit.
" Ehem. Pagi juga berangkatnya. " kata pak Darren sambil melangkah masuk ke ruangan ku dan melihat ke arah ku
" Maaf pak kenapa bapak ga ketuk pintu dulu yaa? " tanyaku sok sopan padahal kesal. Aku menatapnya dg tatapan malas
" Pintunya kan memang sudah kebuka. Makannya jangan ceroboh. " katanya dg nada cuek dan berjalan menghampiri mejaku. Aku mengerutkan kening melihatnya semakin dekat
" Hari ini ada rapat, setelah itu temani saya meeting di luar. " katanya dg nada memerintah lalu tersenyum ga jelas
" Baik pak. " jawabku singkat sambil menganggukkan kepala
" Oh ya satu lagi, kamu harus mencatat semua jadwal ku dan beri tau aku setiap harinya. Dan kamu akan selalu ikut aku kemanapun aku pergi. " katanya lagi sambil menatapku intens dg tangan dimasukkan ke saku
" Maksud bapak selalu ikut kemanapun bapak pergi itu gimana ya? " tanyaku sambil membulatkan mata karena syok dan heran dg pernyataan pak Darren
" Yaa kamu akan ikut kemanapun saya pergi, setiap ada meeting, pertemuan, atau undangan perusahaan di luar kota sekalipun. Paham? " katanya sambil menyunggingkan senyum
" Paham Pak. " jawabku singkat sambil menghela nafas lega mendengar penjelasannya. Yaa aku juga udah tau untuk itu, karena memang tugas sekretaris kan mengikuti bosnya kemanapun dia pergi. Kenapa harus pake dijelaskan lagi. Dasar aneh. kataku dalam hati
" Heeemmm baik, setengah jam lagi kita rapat, siapkan semua berkasnya. " katanya sambil menunjuk pada map map yg bertumpuk, lalu membalikkan badan dan pergi menuju ruangannya. Dan aku hanya mengangguk saat dia berkata seperti itu.
Aku menghela nafas panjang. Belum ada sehari rasanya udah engap banget harus berhadapan sama CEO nyebelin. Tingkahnya yg bossy dan suka nongol tiba-tiba tanpa ada aba aba. Masuk ruangan aja ga pake ketuk pintu, mentang mentang dia bosnya tp kan ga boleh gitu yaa. Sabar sabar demi masa depan harus kuat bertahan.
Aku menuju ruang rapat dg membawa berkas yg di perlukan. 1 jam rapat berlangsung, dan selama itu aku mencatat semua hal penting. Selesai rapat....
" Kita langsung meeting yaa. Aku tunggu di lobby. " kata pak Darren sambil berlalu di depan ku
" Baik pak. " jawabku singkat sambil membereskan berkas rapat
Aku segera menyusul pak Darren ke lobby. Begitu sampai, dia sedang ngobrol dg beberapa karyawan cewe. Yaa pak Darren memang terkenal dekat dg semua karyawannya, apalagi yg cewe cewe. Selain karena katanya pak Darren baik ke semua orang, cewe cewe di kantor juga berlomba-lomba untuk menarik perhatian pak Darren. Kecuali aku tentunya. Disaat semua orang bilang pak Darren baik, aku malah menganggap nya menyebalkan. Dan ketika semua cewe mencoba menarik perhatiannya, aku justru masa bodo meskipun terkadang dia seperti ingin dekat dg ku dan menarik perhatian ku. Yaa bukannya aku GR tp dilihat dari sikapnya seharian ini. Yang tiba-tiba muncul di ruangan ku pagi pagi, selalu memperhatikan ku disaat rapat karena tak jarang pandangan kita beradu.
Aku berlalu begitu saja saat melewati pak Darren dan beberapa karyawan cewe yg sedang ngobrol. Lalu aku menunggu di parkiran. Pak Darren yg melihat ku berlalu hanya tersenyum. Dia lalu menyusul ku.
" Mari pak. " kataku singkat sambil menganggukkan kepala. Pak Darren hanya mengangguk dan berjalan di depan menuju mobil
" Maaf pak kenapa kita ga pake mobil perusahaan? " kataku heran. Karena aku dan pak Darren memakai mobil pribadi pak Darren. Padahal setau aku dan biasanya kalo untuk urusan kantor seperti meeting di luar pasti pakai mobil kantor. Kenapa sekarang pake mobil pribadi pak Darren? Tanyaku dalam hati
" Memangnya kenapa? Kamu ga suka pake mobil ku? " kata pak Darren sambil melirikku
" Bu-bukan begitu pak. " kataku singkat sambil menundukkan kepala. Sedangkan pak Darren hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya
Sampai di tempat meeting kita langsung menuju ruangan yg sudah menjadi kesepakatan. Ruangannya berasa di lantai atas, jadi harus menggunakan lift untuk sampai kesana. Baru kali ini aku berdua dg pak Darren di dalam lift. Gerogi dan deg degan banget karena kebetulan hanya kita berdua dari awal masuk. Aku menjaga jarak dg nya. Yaa aku berada di depan dekat dg tombol lift, sedangkan pak Darren berada di belakang. Tangan pak Darren tiba tiba menjulur dari belakang, aku sempat deg degan dan takut kalo dia berbuat macam macam tp ternyata dia hanya mau menekan tombol. Dia menekan tombol 10, yaa kita akan meeting lantai 10. Gila kan tinggi banget, ngapain juga pake di lantai 10 coba, padahal ruangan meeting di lantai bawah juga ada. Yaa mungkin karena pak Darren dan rekannya memilih ruang meeting VVIP, maklum lah kalangan atas yaa kan.
Tiba-tiba lift kami berhenti ditengah jalan. Kami berhenti di lantai 5, yg artinya masih 5 lantai lagi yg harus di lalui. Tp lift kami rusak, lampu di dalam lift juga mati. Reflek aku langsung berlari ke arah pak Darren dan memeluknya. Yaa karena aku phobia gelap. Aku memeluk pak Darren sangat erat. Awalnya pak Darren hanya terdiam, mungkin dia terkejut dg sikap ku. Tapi setelah mendengar aku sedikit menangis sambil merengek, dia lalu memeluk ku dg erat juga.
" Tenang yaa, ga papa ko ada aku disini. Sebentar lagi juga bantuan datang. " kata pak Darren menenangkan sambil mengusap punggung ku. Dan aku hanya mengangguk tanpa melepaskan pelukannya
Cukup lama kita menunggu, sekitar 20menit. Akhirnya lampu lift menyala dan liftnya terbuka. Tim bantuan pun membantu kami keluar. Aku yg lemas karena takut gelap, keluar dg di papah pak Darren. Yaa dg kata lain aku masih dalam pelukannya. Aku belum berani untuk melepaskan. Lalu pak Darren membawa ku cafe yg ada di lantai 5 itu. Pak Darren mendudukan ku di salah satu meja di pojok ruangan.
" Hey, kita udah aman sekarang. " kata pak Darren sambil memegang wajahku untuk menghadapnya. Aku lalu menengadahkan kepalaku
" Ma-maaf pak untuk kejadian tadi. Saya ga sengaja memeluk bapak, saya refleks. " kataku lirih
" It's Ok. Kamu phobia gelap? " tanyanya sambil duduk di sebelahku. Karena tadi posisinya berlutut di depan ku. Aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaannya
" Masih bisa lanjut meeting? " tanyanya sambil menaikkan alisnya. Aku hanya terdiam karena masih menenangkan diri dari kejadian tadi
" Oke kalo kamu masih butuh waktu, biar aku meeting sendiri aja. Kamu tunggu disini jangan kemana-mana. Nanti aku pesenin coklat panas buat penenang. " katanya sambil beranjak dari tempat duduknya. Lalu aku mencegahnya dg memegang tangannya. Pak Darren membalikkan tubuh
" Makasih Pak. " kataku sambil tersenyum dan tetap memegang tangannya. Pak Darren hanya tersenyum manis.
Yaa aku baru sadar kalau pak Darren memang tampan dan mempesona. Bahkan terlihat berwibawa ketika sedang kalem begitu. Dia juga tidak seburuk yg aku pikir. Yaa dia baik dan lembut memperlakukan ku tadi saat ketakutan. Mungkin ia juga selalu melakukan hal itu ke setiap cewe. Makannya ga heran banyak cewe yg nempel dan dia di juluki playboy cap Kakap. Jangan sampai deh aku suka pak Darren hanya karena kejadian ini. Hah? Aku suka sama pak Darren cuma karena ini? Aku segera menggelengkan kepalaku. Menolak pikiran ku tentang pak Darren. Mau dikemanakan Ken kalo aku suka sama pak Darren. Yaa ampun ga boleh dan ga mungkin itu terjadi. Masa baru dibantu gitu aja aku udah meleleh si. Kataku dalam hati. Tp yaa namanya playboy pasti aura dan caranya aja bisa langsung melemahkan hati yaa kan. Tepat sasaran deh pokoknya. hehehehe
" Kamu udah mulai suka sama saya yaa? Mau sampe kapan megangin tangan saya Hm? tanyanya sambil tersenyum jail
" Ma-maaf pak. " kataku gugup dan malu sambil menundukkan kepala
Pak Darren hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Lalu pergi menuju lift untuk ke ruang meeting. Ia dia beneran menghadiri meeting sendiri. Aku pun menunggu di cafe tadi sambil meminum coklat panas yg sudah di pesan pak Darren. Karena menunggu cukup lama, sekitar 1jam. Aku memutuskan untuk berkeliling Cafe. Aku pun sempat berfoto disalah satu spot di dalam cafe itu. Lalu mengunggahnya di media sosial. Dg caption " Hari yg mengejutkan "
Lalu aku kembali menuju spot selanjutnya dan berselfie lagi. Yaa tak sadar ternyata ada yg sedang memperhatikan ku dari tadi.
" Mau aku fotoin? " katanya sambil tersenyum menghampiri ku
" Eh pak. Udah selesai meetingnya? " kataku malu sambil tersenyum dan memasukkan HP ku
" Yaa udah selesai sekitar 10menit yg lalu. " katanya santai
" Berarti dari tadi bapak melihat? " sebelum pertanyaanku selesai. Pak Darren sudah menjawabnya
" Iyaa saya melihat seorang sekretaris yg phobia gelap sampai ketakutan setengah mati, sampai ga bisa ikut meeting ternyata pas saya datang lagi asik selfie. " katanya sambil tersenyum jail dan menaikkan alisnya
" Maaf pak. " kataku sambil menundukkan kepala
" Heeemmm iyaa sudahlah. Temani saya makan siang. Kita makan siang disini aja. Kamu suka tempatnya kan? " katanya sambil berjalan menuju ke meja awal kita datang
" Iyaa pak. " jawabku singkat sambil mengikuti langkahnya
Lalu kami duduk berhadapan. Ntah kenapa jantungku berdegup kencang. Iramanya jadi tak beraturan. Aku benar benar deg degan saat ini. Aku semeja dg CEO muda yg tampan dan di idolakan semua cewe. Bahkan aku makan bersama dg nya. Yaa ampun mikir apa aku. Lebay banget si. Kataku dalam hati
" Kamu mau pesen apa Kyara? " tanya sambil membolak-balik buku menu
" Terserah bapak aja. " kataku singkat
" Panggil aja aku Darren kalo lagi berdua. " katanya sambil menatapku
" Tapi Pak. " kataku terputus lalu pak Darren langsung menyambar nya
" Kalo lagi berdua aja dan kalo ga di jam kerja. Kalo di kantor dan jam kerja kita tetap profesional. " katanya dg cepat menjelaskan
" Baik pak. Eh Darren maksudku. " kataku sambil tersenyum. Darren pun ikut tersenyum
Lalu kami berdua pun makan siang bersama.Dan itulah awal kedekatan kami. Kami menjadi dekat seperti seorang teman saat di luar jam kerja. Tapi saat jam kerja kita adalah atasan dan bawahan. Meskipun kita sudah seperti teman, aku tetap menjaga batasan dan jarak dengan nya. Yaa karena aku memiliki Ken. Aku menghargai Ken walaupun dia jauh dari ku. Walaupun hubungan kita LDR tp aku tetap menjaga hubungan kita dg baik.