Kaki panjangnya berhenti tepat di pintu bertuliskan, 10 IPA 2 Menghela napas sejenak, Jonathan mendorong gagang pintu hingga suasana kelas yang sedang berisik nampak di hadapannya. Kelas yang awalnya berisik langsung diam dengan wajah kaget dan takut begitu melihat siapa yang ada di depan pintu. Kecuali satu orang, Violett, langsung berlari kecil hingga sampai di depan Jonathan, ia tersenyum manis, membuat senyum Jonathan ikut mengembang. Melihat Violett yang hanya diam dengan senyum manisnya, Jonathan sedikit mengernyit, kenapa Violett keliatan seneng banget? "Mana?" "Eh? Hah?" Mendengus malas, Jonathan harusnya sudah bisa menduga hal ini. Violett selalu mengulur-ulur waktu. "Makanan, katanya Lo beliin gua makanan?" Seakan tersadar sesuatu, Violett membulatkan mulut dan lari ke

