Pagi ini, aneh sekali.
Seharian penuh Jonathan ngediemin dia, benar-benar menjauh.
Setiap mereka ngga sengaja papasan, cowok itu pasti langsung pergi. Ngga mau nyapa, padahal biasanya Bianca sampai muak mendengar sapaan cowok itu.
Bianca merogoh tas ranselnya, mengeluarkan botol minuman yang masih penuh dan menyodorkannya pada Nathan. "Nih, minum. Cape banget kayanya." Ucap Bianca seolah menjawab pertanyaan di otak Nathan.
Nathan menerimanya dengan riang, segera ia meminum air putih tersebut dalam sekali teguk. Bianca kaget.
Nathan terkekeh pelan melihat wajah Bianca yang melongo dengan mulut bulat membentuk huruf 'O'.
"Ngga usah gitu mukanya, minta banget di gigit?"
Bianca segera merubah ekspresi wajahnya, sedikit mencibir karena tak suka perkataan Nathan.
"Emang muka gua bakpao apa Lo gigit-gigit?"
Nathan tertawa, membuat Bianca ikut tertawa pelan melihat wajah cowok itu sedikit lebih rileks.
Mereka terdiam cukup lama, Bianca sibuk
Nanti hujan, mereka neduh dulu, dan Nathan meluk Bianca biar hangat.
Ngga sengaja Jonathan liat.
Merasa kelelahan, Bianca berhenti dan menendang tulang kering Jonathan kencang. Membuat cowok itu meringis dan sedikit menunduk, hampir saja milkshake nya tumpah.
"Makanya ngga usah belagu, Lo!" Bianca mengambil paksa gelasnya dari tangan Jonathan, ia duduk dan baru sadar bahwa Violett sudah tidak lagi bersama mereka.
"Ya kan Jo! Gara-gara Lo ni ah, Violett jadi pergi kan!" Bianca berteriak cukup kencang, untung tidak ada murid lain selain mereka disini.
Jonathan mengangkat bahunya tak peduli, lalu duduk dan menarik lagi gelas Bianca, meminumnya tanpa rasa bersalah.
"Biarin aja sih, ngga penting juga."
Bianca memaki Jonathan dalam hati, ia berdiri dan bergegas pergi dari sini. Kalo ngga bisa kemakan emosi dia.
"Eh eh, Ca! Tungguin napa!" Jonathan berlari menyusul Bianca, meninggalkan gelas minuman mereka.
Makanan dan minuman di kantin Starlight geratis tis tis. Karena sudah dimasukan dalam spp bulanan mereka.
Mempercepat langkahnya hingga kini mereka berjalan bersebelahan, Jonathan merangkul Bianca membuat tubuh mereka semakin dekat, Bianca bahkan tidak bisa jalan dengan benar.
"Lepas."
"Ngga mau, wlee."
Sumpah, rasanya Bianca mau narik habis lidah Jonathan dan memotongnya kecil-kecil. Gedeg banget.
Jonathan tengil banget ya ampun.