" Wanita itu yang bernama lilly yang menyapa abang tapi abang bilang tidak kenal. " ujar ku menaikkan nada suara ku Bang rangga mendorong ku hingga terjatuh ke lantai. " Kamu itu ya istri durhaka, melayani suami tidak bisa, tahunya buat masalah dan melawan saja. " bang rangga lalu pergi dan membanting pintu rumah Aku berdiri dengan kesusahan, lalu ke kamar dan berbaring karena takut ngeflek lagi. Aku harus menjaga kehamilan ku yang pertama ini. Kuhidupkan handphone yang ada di laci meja kemarin dan banyak pesan masuk lagi dari wanita bersama lilly. [Bang, aku hamil] deg jantung ku serasa berhenti membaca salah satu isi pesan tersebut. Rasanya ingin pulang ke medan dan mengurus perceraian tapi kutahan takut karena hanya emosi sesaat, aku berbaring melihat drama korea yang lagi t

