Rumah Arkan
Rutinitas tiap pagi di kediaman Arkan yaitu diawali dengan sarapan pagi bersama. Saat ini anggota keluarga sedang berkumpul untuk memulai sarapan, kali ini ada anggota tambahan yaitu Nino pacar dari Arsyila
“Gimana No perkembangan pembangunan Villa di Bali?” Tanya Arka
“Baik pa, awal - awal ada sedikit kendala sama pemilik lahan tapi sekarang sudah terselesaikan, lusa udah bisa ditempati pa” Balas Nino.
“Sayang kamu ke Bali kapan lagi?” Tanya Syila.
“Lusa aku ke Bali, rencananya aku mau ajak kalian buat ke Villa gimana ma pa apa kalian bisa datang?”
“Sayang kok kamu baru bilang sih untung aku lagi engga ada acara lusa, bisa banget sayang”
“Mama sama Papa engga bisa ikut No, maaf ya kita mau ke Bandung ada acara” Balas mama Jessica.
“Kak Nino Syina juga mau dong ikut ke Bali, boleh engga ajak Gadis sama Citra kak?” Tanya Syina.
“Boleh Na, kamu juga ya Ar ajak Azka dan yang lainnya” Dibalas anggukan oleh Arkan.
“Kemarin bagaimana ma pembukaan butik Gadis?” Tanya papa Arka.
“Lancar pa acaranya juga bagus mama suka, design butiknya keren loh pa” Balas mama sambal lirik Syina.
“Tentu dong ma siapa dulu yang design Syina gitu loh” Bangga Syina.
“Mama bawain baju dari gadis buat kakak engga ma?” Tanya Syila.
“Ada kak di kamar mama nanti ambil ya”
“Kemarin ada yang engga mau meluk tapi usap kepala “ Goda Syina.
Semua sudah tahu siapa yang dimaksud dengan Syina, semua pura – pura tidak tahu karena mereka tidak ingin Arkan merasa tidak nyaman dan pergi ke kantor terlebih dahulu.
“Gadis siapa Syin kok kakak engga tahu?” Tanya Nino.
“Gadis itu temen kuliah Syina di Paris kak, dia cantik bangeetttttt nanti kakak pasti ketemu sama dia”
“Cocok engga buat Nando Syin?” Tanya Nino iseng karena ia mulai melihat gerak gerik Arkan ketika disebut nama Gadis mulai tertarik.
“Cocok kak sebenernya Gadis cocok juga sama kak Arkan tapi sepertinya Gadis bukan tipe kak Arkan. Gadis dilihat – lihat tipe Nando kak, Nando pasti senang kenal Gadis”
Arkan yang mulai merasa tidak nyaman dengan obrolan ini mulai beranjak pergi.
“Ma pa aku udah selesai aku pergi dulu ya” Sambil mencium mama dan papanya.
Setelah Arkan pergi mereka mulai meengur Syina.
“Syina lain kali jangan membahas seperti itu ketika makan nak” Pinta mamanya.
“Iya mah maafin Syina ya, habisnya Syina greget sama kakak. Dia udah tertarik sama Gadis tapis ok jual mahal”
“Arkan perlu waktu dek” Balas papa.
“Kakak akan bantu kamu dek kita dalam tim yang sama, Arkan harus cepat bangkit kakak rasa Gadis cocok denngan Arkan dia bisa mengimbangi Arkan” Syila dan Syina bertos ria, mama dan papanya hanya geleng – geleng kepala dan nino yang mulai mengerti arah pembicaraan keluarga ini.
-
Wijaya Corp
“Muka kok kusut banget si bos” goda Arkan.
“hmmmmm..’
“Besok kalau ada acara bisa kali undang Nisa sabyan sepertinya situ fansnya”
“Apaan sih engga jelas lo”
“Hari ini jadwal gue apa Jon?’
“Hari ini lo harus survey lapangan pembangunan restoran. Nanti siang lagi dan lagi bapak Sanjaya ngajak lo makan siang tuh, for your information ya Ar gue engga mau gantiin lo lagi” Jelas Joni.
Arkan melihat Joni dan berkata “Kenapa kurang bonusnya?”
“Bukan masalah bonusnya Ar jelas – jelas yang diinginkan beliau datang tu lo bukan gue, mana sepanjang makan bapak Sanjaya Tanya gue mulu tentang lo. Keputusan gue final ya Arm au engga mau nanti lo datang tu makan siang” Dibalas Arkan dengan deheman.
-
Selesai meninjau proyek pembangunan restorannya kini Arkan menuju ke resto yang telah di pesan oleh pak Sanjaya.
“Selamat siang pak Sanjaya” Sapa Arkan dengan sopan.
“Selamat siang AR, akhirnya kamu datang juga. Dimana Joni?” Tanya pak Sanjaya.
“Joni saat ini sedang perjalanan balik kantor pak, Joni harus mengurus beberapa dokumen”
“Berarti kamu sibuk ya, maaf ya Ar”
“Tidak apa – apa pak ini sebagi tanda maaf saya tidak bisa datang wkatu itu” dan diangguki oleh pak Sanjaya.
“Ar kenalkan ini anak saya namanya Putri, Putri perkenalkan ini Arkan”
“Putri” “Arkan”
“Kalian seumuran, om harap kamu bisa bantu Putri untuk kedepannya Ar. Beberapa usaha om mulai di ambil alih Putri termasuk Hotel Denton jadi om ingin kamu membantu Putri” Pinta Sanjaya.
Arkan sebenarnya bingung kenapa dia yang harus repot – repot membantu Putri, tapi ia terlalu malas bicara dan hanya dijawab anggukan oleh Arkan. Kini mereka bertiga mulai makan sambal mengobrol, obrolan tentu didominasi oleh Sanjaya dan Putri, Arkan tidak begitu tertarik dengan obrolan ayah dna anak tersebut.
Setelah selesai makan kini Arkan menuju ke tempat Golf, ia dan teman – temannya sudah berjanji untuk bertemu di Aditama Golf Garden. Arkan menuju ruang ganti ia akan berganti dengan pakaian Golf.
“Weitsss bapak Arkan yang terhormat baru datang, kemana aja nich?” Tanya Randi dengan nada menggoda.
“Lebay” Dibalas Arkan.
“Duh cakit hati abang” Balas Randi alay
“Jijik tahu Ran lo, gimana Ar acara makan siangnya sampe sore lancar? Lama bener bahas apa sih?’ Tanya Joni.
“lancar, biasa aja ngobrol” Balas singkat Arkan.
“Gimana Ar anak pak Sanjaya cakep engga?” Tanya Randi.
“Kenapa Tanya – Tanya mau lo gebet?” Balas Adit.
“Ya elah siapa tahu nyantol Dit”
“Dah yuk main, yang kalah traktir ya” Ajak Azka dan disetujui oleh mereka berempat.
Setelah bermain selama 1 jam akhirnya mereka selesai, mereka berpindah tempat menuju café milik Randi karena Randi kalah.
“Apaan sih Ran kok malah ke café lo, gue maunya makan makanan korea” Rengek Joni.
“Gue buka restoran korea besuk, sekarang makan yang ada aja pesen sepuas lo’ Balas Randi.
Azka memanggil pelayan karena kalau menunggu debat antara Randi dan Joni tidak akan pernah selesai.
“Saya pesen spaghetti carbonara sama Americano” Pesan Azka.
“Saya Matcha cake sama Americano” Pesanan Arkan.
“Lainnya samain kaya Azka aja stef” Timpal Randi mewakili Joni dan Adit.
-
Makanan pesanan mereka datang dan mereka langsung menyantapnya.
“Masakan café lo enak nih” Ujar Adit.
“Yoa chefnya gue ambil dari hotel kakak ipar gue lulusan Australia dulunya”
“Btw Az adek lo suka makanan apa?” Tanya Joni, ia hanya iseng sebenernya ingin mengetahui reaksi Arkan ternyata dari ekor mata Joni tiap Joni membicarakan Gadis raut muka Arkan berubah
“Gadis suka yang berbau matcha – matcha gitu Jon, kenapa besuk mau kirimin adek gue makan siang?” selidik Azka karena ia belum tahu kemana arah pembicaraan Joni
“Siapa tahu nih dari kita berempat ada yang mau jalan sam Gadis jadi tahu deh kesukaan Gadis” jawab Joni sambal melirik Arkan, kini Azka menyadari nahwa Joni memancing Arkan
“Coba aja Jon siapa tahu adek gue luluh sama lo”
Tiba – tiba Arkan mulai berbicara “Kak Nino mengundang lo pada buat ke Bali, villa kak Nino baru jadi”
“Asik liburan nih, boleh bawa cewek engga Ar?”
“Boleh Dit bawa aja Rara nanti ada Syina sama kak Syila juga temen – temen Syina”
“Weits adek gue ikut AR?”
“Iya Az, lo kalau mau bawa Wenda bawa aja”
“Oke siap bro”
---