19

1266 Kata

Rasa benci di dadaku berkobar. Rupanya belum cukup menghancurkanku, Kakek yang sejatinya orang tua kandungnya pun hendak dihancurkannya. Berang, kulempar berkas dalam amplop coklat tepat di depannya. Kemarahanku tidak dapat dibendung lagi. Untuk pertama kalinya aku berbicara dengan nada tinggi di depan Hadi Sanjaya. b******n yang sialnya adalah ayah kandungku. “Belum cukup menghancurkan aku, sekarang Kakek pun ingin kamu hancurkan!” teriakku. Nyalang mataku menatapnya berang. Hatiku sakit sekaligus marah. Aku tak peduli ada Reymond di sana. Kutumpahkan segala sakit hatiku di depan mereka. “Tika, hentikan!” Mama memegangi lenganku berusaha menenangkan. “Tenangkan dirimu. Aby terkejut melihatmu marah-marah seperti ini!” “Aku membencinya, Ma,” desisku. “Tega dia melakukan semua ini pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN