Sekumpulan kenangan menyerang Jeza begitu saja. Air matanya kembali menetes ketika bayangan senyum istrinya menerpa. “Seira,” cicitnya tidak kuat menahan tangis. Ia pernah menangis kehilangan Kayla, tapi tidak separah ini. Ia pernah hancur kehilangan Kayla, tapi tidak separah saat Seira menghilang dari sampingnya. Ia pernah merasa marah saat Kayla mengkhianatinya, tapi tidak semarah ini saat mengingat apa yang sudah istrinya alami sejak mereka menikah. Jeza seperti berada di kubangan hitam! Sepertinya semua adalah karma. Namun, jika ini karma, kenapa Seira ikut terseret? Kenapa bukan dirinya saja? Toh, dia yang sangat bebal dan dia juga yang sangat layak untuk dihukum untuk semua masalah yang ada. Kenapa istrinya? Kenapa juga harus sepupunya? Kenapa dan kenapa? Jeza membuka galeri

