Jeza merapikan pakaiannya, menatap di cermin apakah penampilannya sudah rapi atau tidak. Terlalu sempurna sebenarnya, bahkan membuat mata silau melihat ketampanannya yang hakiki. Setelah merasa sudah rapi, Jeza mendudukkan dirinya di ranjang milik Kinan. Sebenarnya jantungnya sedikit tidak bisa diajak kompromi karena hari ini ia akan melepas status lajangnya menjadi seorang suami. Meskipun ia tidak memilik perasaan kepada Seira, bukan berarti semua berjalan baik-baik saja. Jeza menghela napas kasar. Setelah menikahi Seira, ia harus memikirkan jalan hidupnya ke depan. Bagaimana ia bersikap? Jeza tidak ingin terperdaya dan jatuh cinta pada Seira. Bagaimanapun perasaannya utuh untuk Kayla. Ketukan di pintu kamar menyadarkan Jeza dari pikirannya tentang cinta yang telah kandas, kemudian men

