22. Malam Pertama√

1702 Kata

Seira mengutuk Jeza dalam hati. Lelaki itu benar-benar tidak punya perasaan sama sekali padanya. Bagaimana bisa memperlakukan Seira seperti seonggok daging yang tidak layak dikonsumsi? Lihat saja, kamar yang Seira pikir sudah siap digunakan malam ini untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya ternyata hanya gudang di mana barang yang tidak layak pakai menumpuk di sana. Helaan napas Seira terdengar. Segera membuka kopernya dan mencari sapu tangan untuk dijadikan alat menutup hidung dan mulut agar debu tidak terhirup. Sebelum bergerak membereskan kamar itu, ia melirik jam di pergelangan tangannya. Jarum jam sudah menunjuk pada angka 9, dan karena itu Seira memutuskan segera bertindak. Jeza melihat itu hanya mengedikkan bahu cuek, lantas menuju kamarnya tanpa niat membantu sama sekali. “Dasar m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN