Jeza berjalan terseok-seok lantaran Seira menyeretnya menuju mobil. Sedang di belakang, Fara mengikuti sembari membawa baju hangat untuk Seira dan Kinan yang berlari mengejar mereka untuk memberi kunci mobil. “Sayang, pelan-pelan. Ini aku gak bisa benar jalannya,” kata Jeza. Ia tidak ingin mereka terjatuh karena terlaku terburu-buru. Seira mendelik kesal. “Makanya kamu jalan yang cepat dong. Mau anak kamu ileran pas lahir? Gak, ‘kan?” gerutu Seira pada Jeza. Ileran? Siapa yang mau? Namun, bukan berarti harus terburu-buru begini untuk berjalan ke mobil, kan? Astaga, kuatkan Jeza. Tidak, ia memang kuat. bukan. “Gue yang nyetir apa lo yang nyetir?” tanya Kinan setelah berhasil menyusul ke garasi. “Lo mau ikut ke Cianjur?” tanya Jeza. Kinan mengangguk. “Lo yakin bisa ngurus sendiri? Gi

