Berhubung liburan ke puncak Bandung tidak jadi, Seira memilih ke rumah oma Farida. Lagian, ia bosan di rumah terus menerus walau sejak awal sempat berpikiran mengurung diri di kamar sampai proses perceraian. Seira menimang-nimang apakah ia mau menghubungi Jeza untuk minta izin atau tidak. Sebab, sebelum lelaki itu pergi ke studio sempat meninggal pesan untuk tetap di rumah. Lantas, haruskah ia menghubungi sekarang? Sedang pesan itu terjadi saat Iqbal dan Kinan ada di depan mereka. Lalu sekarang kedua orang itu sudah pulang pagi tadi setelah Jeza berangkat kerja, jadi masih adakah sandiwara tercipta lagi? Sepertinya tidak. Seira memutuskan untuk pergi tanpa harus memberi tahu ke Jeza. Pilihan untuk ke sana lagi-lagi jatuh pada angkutan umum yaitu bus. Menunggu di halte sembari menyeru

