"Jadi Mega akan keluar dari rumah sakit malam ini?” Daniel masih mengutak atik laptop miliknya dan sesekali melirik kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang aneh dan mencurigakan. Ia sudah waspada sejak Iqbal meminta bantuan Abizar untuk membantunya mengusut kasus ini. Abizar yang berdiri sembari bersandar di dinding menghela napas pelan. “Terpaksa. Lagian sudah membaik kata dokter yang menangani. Jadi tidak masalah kalau Mega pulang malam ini.” Abizar melirik ke dalam kamar rawat Mega. Sejak Mengungkapkan perasaannya ke Mega tadi, entah kenapa rasa rindu selalu menggerayangi hatinya, padahal jika dipikir-pikir jarak mereka saat ini hanya beberapa meter dan dibatasi oleh pintu. “Apa bos sudah mengurus semuanya?” Daniel memasukkan laptopnya ke dalam tas ransel yang sedari tad

