Iqbal terdiam seribu bahasa ketika Alea yang merupakan sepupunya datang bersama Dokter Riga ke rumah Fara. Iqbal mengernyitkan kening bingung, bagaimana bisa Riga ada di Jakarta dan ikut bersama Alea padahal lelaki itu di tugaskan di Bandung. Dan lagian, ia memanggil Alea untuk memeriksa Fara bukan Riga. “Hai, Bal,” sapa Dokter Riga pada Iqbal membuat Iqbal tersadar dari pikirannya. “Dokter Riga.” Iqbal kelihatan gugup, tapi berusaha mungkin menetralkan nada suaranya. “Bagaimana Anda bisa di Jakarta?” tanya Iqbal. Riga tersenyum. “Mungkin pertanyaannya lebih baik kamu ganti, deh.” “Ha?” Iqbal seperti orang bod0h. “Lo bisa coba dengan pertanyaan ‘kenapa lo bisa datang ke rumah Jeza?’ bukan itu lebih mendetail?” Riga duduk di sofa yang ada di kamar Fara. Alea menghela napas. “Kalian

