Rencana yang terlalu matang. Why? Karena Ruly memikirkan sedetail mungkin akan rencananya itu. Ia membayar pihak rumah sakit untuk melancarkan aksinya itu. Bersyukur karena sang pemilik mau bekerja sama dengan Ruly dan berhubung Ruly mengancam akan menghentikan dana bantuan yang tiap bulan ia kirim ke sana. Ancaman luar biasa. Dan di sinilah Ruly sekarang, di ruang VIP ditemani oleh Iqbal yang masih menunggu pesan selanjutnya dari pengirim pesan asing. Jeza yang duduk termangu sembari menatap foto Seira di ponselnya, jujur lelaki itu hingga sekarang kini belum percaya apa yang telah ia dan keluarganya alami sejauh ini. Ah, takdir yang menyebalkan! Ia tidak pernah bermimpi akan jatuh dalam masalah ini. Entah alasan apa sebenarnya sehingga ada orang yang ingin menyingkirkannya dirinya.

