Rei pernah berjanji akan membahagiakan Naia, dan ia berusaha melakukan janjinya di setiap detik dalam hidupnya. Namun sekarang, ia merasa setiap ucapan yang ia keluarkan adalah kebohongan. Bagaimana Rei bisa percaya diri bisa menjaga Naia dan membahagiakan istrinya, sedangkan orang yang paling berbahaya bagi Naia adalah dirinya sendiri. Rei masih terpaku, tidak bergerak dan hancur. Ia kembali melakukan sesuatu yang mengerikan pada Naia, dan itu membuatnya merasa seperti sampah. "Apakah kata maaf saja cukup untuk semua ini?" bisik Rei. Matanya memanas. Melihat Naia yang tidur dengan tenang seolah tidak terjadi apapun semakin menyentil hatinya. Padahal istrinya telah menerima pengalaman yang mengerikan tapi ia bisa tidur setenang itu. Dia sadar benar kalau Naia tidak perlu merasakan saki

