Bab.19 Antara Kenangan Dan Keputusan

1069 Kata

Malam itu, Amanda tidak bisa tidur. Apartemennya yang minimalis terasa terlalu sunyi, hanya terdengar desiran angin dari ventilasi dan sesekali suara kendaraan yang lewat di kejauhan. Ia berbaring di ranjang, menatap langit-langit yang gelap, pikirannya melayang ke berbagai arah. Beberapa contoh undangan yang diberikan Wiliam masih tergeletak di meja kerjanya. Belum dibuka, belum dilihat detail desainnya. Seolah dengan menunda untuk melihatnya lebih jauh, Amanda bisa menunda seluruh kenyataan yang harus ia hadapi. Ia memejamkan mata, mencoba memaksa tubuhnya untuk tertidur. Tapi yang muncul justru wajah Nalendra. Senyumnya yang lembut, tatapannya yang dalam, caranya menyentuh rambut Amanda dengan penuh kasih sayang. Kenangan itu hadir tanpa diundang, memenuhi setiap sudut pikirannya. "K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN