Bab.18 Beberapa Contoh Undangan

964 Kata

Cahaya matahari musim gugur menembus kaca besar kantor kecil Amanda, memantul lembut di lantai kayu berwarna cokelat muda. Satu hari telah berlalu sejak ia kembali menginjakkan kaki di Amerika. Jet lag masih terasa, tetapi rutinitas adalah satu-satunya cara agar pikirannya tidak kembali terseret ke masa lalu yang berusaha ia kubur rapat-rapat. Kantor itu tidak besar, hanya satu ruangan utama dengan dinding putih, rak berisi map kontrak, dan satu meja kerja panjang yang dipenuhi laptop, tablet, serta tumpukan dokumen. Namun, tempat itu adalah hasil kerja kerasnya bertahun-tahun. Dari nol, dari malam-malam tanpa tidur, dari kegagalan yang memaksanya bangkit kembali. Amanda mencintai tempat ini, karena di sinilah ia merasa berdaya. Ia menghela napas panjang sambil menatap layar laptop, jari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN