Bab.43 Kepercayaan Pak Darwis

1056 Kata

Pagi itu datang tanpa seremoni, namun membawa perubahan yang pelan-pelan terasa. Amanda duduk di meja makan rumah Darwis, menatap tablet berisi laporan keuangan perusahaannya di Amerika. Angka-angka stabil, grafik pertumbuhan konsisten. Semua berjalan baik, hingga ia tahu sudah waktunya mengambil keputusan yang selama ini ia tunda. Nalendra memperhatikannya dari seberang meja, menyeruput kopi sambil membaca berita ekonomi. “Kamu kelihatan serius banget, sayang," ujarnya sambil melirik layar tablet Amanda dan mencium kening Amanda dengan lembut Amanda tersenyum tipis. “Aku sedang memikirkan sesuatu, Mas. Tentang perusahaa dan tentang kita.” Nalendra menaruh cangkirnya. “Mau cerita sekarang atau nanti?” “Sekarang,” jawab Amanda mantap. Ia menarik napas pelan. “Aku ingin lebih fokus ke si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN