Waktuku menengok Mas Ser terbatas, aku keluar dari sana setelah berpamitan pada Mas Ser dan berjanji akan kembali lagi besok untuk mengubahnya menjadi manusia agar bisa bebas. Ntah Mas Ser sudah tahu atau belum bahwa sebentar lagi dia akan dijatuhi hukuman mati, aku tidak sampai hati berterus terang padanya karena takut membuat Mas Ser sedih. Dia terlihat senang setelah kami bertemu dan aku tidak ingin menghancurkan kebahagiaannya hari ini. “Jehaaaaaa!” Dari jauh Rossa terlihat berlari menghampiriku, kemudian setelah sampai di depanku dia membungkuk dan menstabilkan napasnya yang ngos-ngosan. “Astaga naga! Kamu telat banget sih sampeknya! Aku udah selesai ketemu sama Mas Ser!” omelku, bak ibu tiri yang kejam. “Maap Jeh, gue abis kena hukum Pak Glen di kampus jadi telat nemuin lo,” jawa

