24 |MINTA-MAAF

1064 Kata

“Saya mohon tante!” Aku berjongkok di depan kaki tante Fitri yang menatap benci diriku. “Mau kamu sujud di kaki saya kek’, nangis-nangis kayak orang gila kek’, saya tetap tidak akan mencabut tuntutan saya untuk menghukum mati anjing kamu!” balas tante Fitri sambil memalingkan wajah, tak sudi melihatku. “Jeha, jangan begini. Tolong hargai keputusan istri saya, semua ini demi kebaikan bersama. Anjing kamu terlalu berbahaya jika dibiarkan hidup.” Om Rafael berbicara padaku baik-baik lalu memegang pundakku untuk membantuku berdiri. “Mas Ser nggak berbahaya om! Dia belum pernah gigit siapapun sebelumnya. Mas Ser menyerang kak Aldi karena kesalahanku yang membuatnya marah. Saya pastikan Mas Ser nggak akan membahayakan orang lain lagi jadi plis om… jangan biarin anjing saya dihukum mati.” Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN