Sepulang kuliah. Aku dan Rossa mulai bergerak menyusun jebakan untuk Devi. Kebetulan hari ini Devi tidak dijemput dan naik motor sendiri. Aku menunggu di persimpangan jalan pulang yang akan dilewati Devi. Sementara Rossa bertugas ditempat penyekapan. Dan tugasku adalah membawa gadis itu ke tempat di mana Rossa sudah menunggu saat ini. Aku menghadang jalan Devi saat dia lewat bersama motornya. Keadaan jalan saat itu sedang sepi, dan aku sudah memastikan tidak ada kamera atau orang lain yang melihat aksiku di sini. “Kutu kupret? Ngapain lo halang-halangin gue? Pergi!” Devi mengibaskan tangan menyuruh aku pergi dari hadapan motornya. Dengan mata tajam dan satu tangan membawa senjata tajam bak psikopat, aku menatapnya dingin bak santapan lezat di sore hari. “Bu-buat apa lo bawa benda kayak

