Seperti yang sudah aku rencanakan bersama Rossa kemarin, hari ini sepulang kuliah kami menyempatkan menjenguk Mas Ser di penangkaran. Mas Ser tampak sehat walau wajahnya agak lesu, mungkin karena merindukanku. “Mas Ser!” Aku memanggilnya dan dia langsung berlari kepadaku. Kami berpelukan untuk beberapa saat, lalu aku mengelus bulu badannya. “Bagaimana kabarmu di sini? Semua petugas hewan memperlakukanmu dengan baik kan?” tanyaku, bersama Rossa yang turut mengelus kepala Mas Ser. “Lihat saja tubuh besarnya ini, Mas Ser pasti baik-baik saja,” sahut Rossa. “Jadi, kau sudah punya ide bagaimana mengalihkan perhatian semua petugas?” Aku berpaling menatap Rossa yang berjongkok di sampingku sambil mengelus badan Mas Ser. Gadis itu mengedipkan mata dengan senyum iseng pertanda semua rencana sud

