Tiba di luar perpustakaan, aku mengedarkan pandangan ke halaman yang langsung terhubung ke jalan raya. Dengan panik aku berlari menelusuri jalan itu untuk mencari keberadaan Mas Ser yang tadi sempat kulihat sedang di kejar oleh tiga orang. Lalu aku menemukannya di dekat persimpangan. Tiga orang itu terjebak di lampu merah sementara Mas Ser sudah menyeberang dan berlari ke arah utara, menuju rumahku. Bergegas aku menyetop taksi yang kebetulan melintas, kemudian menyuruhnya ke arah yang sama dengan Mas Ser. Lampu penyebrangan berubah hijau tepat ketika aku sudah duduk di dalam taksi. Tiga orang itupun kembali mengejar Mas Ser walau tertinggal jauh darinya. “Cepet Pak!” Aku berkata pada supir taksi agar menaikkan kecepatannya. Kemudian berteriak pada pak supir dengan kepala setengah menye

