47 |GAME OVER

1063 Kata

Detik-detik terakhir menjelang pintu kamar terbuka, Mas Ser menarik ujung kaosku dan kami jatuh ke atas kasur bersamaan dalam posisi bibir saling menempel. Sehingga tepat ketika Pak Andi memergoki kami di kamar, Mas Ser telah sepenuhnya berubah menjadi manusia dalam posisi berbaring di atas ranjang bersamaku. Pak Andi dan Mama terbelalak, kaget bukan kepalang ketika melihat aku dan Mas Ser yang bukan muhrim berada di satu ranjang yang sama. “Ma-maaf sudah mengganggu,” ucap Pak Andi dengan canggung kemudian menutup pintu kamar kembali secara hati-hati. Sementara aku yang sejak tadi menahan napas akhirnya berangsur lega. “Huft… kenapa nggak ngingetin aku dari tadi sih! Gara-gara panik aku jadi lupa kalau bisa merubah Mas Ser lewat tamparan atau ciuman,” gerutuku seraya bangkit dari ranjang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN