40 |SALAH PAHAM

1065 Kata

“Kak Aldi?!” Aku histeris begitu melihatnya. Kak Aldi kemudian membalas, “Aku nggak nyangka kamu bakal mengakui perasaan kamu lebih dulu.” Tanganku menggaruk tengkuk yang tak gatal, bingung harus mengatakan apa. “Anu kak… duh maaf, ta-tadi ucapanku bukan buat kakak tapi orang lain,” ujarku dengan gugup dan serba salah. Namun kak Aldi justru mengartikan gelagatku ke arah lain. “Gausa gugup kayak gitu Jeha. Nggak ada orang lain di sini selain kita, dan kamu nggak mungkin lagi ngomong sama Mas Ser kan.” Kak Aldi menunjuk menggunakan dagunya ke arah Mas Ser yang berada di belakangku. Aku menoleh ke belakang tempat Mas Ser terdiam, menatap cemas dirinya kemudian balik menatap kak Aldi dengan gelisah. Haduh… nggak mungkin juga aku bilang kalau pengakuanku barusan memang ditujukan untuk Mas S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN