Brak! Airin yang sedang melepaskan sabuk pengamannya dibuat terkejut saat mendengar bunyi bantingan pintu yang ditutup dengan keras. Saat ia menoleh ke sebelahnya, kursi yang sebelumnya diisi oleh Arthur itu kini telah kosong karena pria tersebut langsung berlari keluar begitu mobil yang Airin kemudikan berhenti di tempat parkir. “Arthur! Tunggu aku!” Bahkan saat Airin ikut berlari untuk menyusulnya pun Arthur tidak peduli. Pria itu terus berlari menuju ruang perawatan Kaia meninggalkan Airin yang kesulitan untuk menyusulnya hingga akhirnya wanita itu memutuskan untuk berhenti berlari dan membiarkan Arthur berlari sendirian. “Cih! Dia berani bicara soal pernikahan padaku tapi meninggalkanku seperti ini untuk menemui mantan kekasihnya,” sungut Airin yang berjalan dengan napas memburu ka

