“Kenapa anak kecil ini memanggilmu mama begitu?” Airin mendengar apa yang Mama Arthur tanyakan padanya namun tidak tahu harus memberikan jawaban seperti apa karena kepalanya tiba-tiba saja seperti terasa kosong saat ia menatap kedua mata Riu yang menatapnya dengan polos sementara kedua tangan polos anak itu masih memeluk kakinya. “Aduh, aduh... Maafkan aku, nyonya-nyonya.” Bibi Lily yang tertinggal di belakang karena Riu yang langsung berlari meninggalkannya saat melihat Airin itu menghampiri mereka dengan tergopoh-gopoh. Airin masih kelihatan blank, membuat Bibi Lily mau tidak mau harus dengan cepat membereskan situasi ini. “Ini bukan Mama, Sayang. Mama kan ada di rumah,” kata Bibi Lily sambil berusaha melepaskan tangan Riu dari kaki Airin. “Ini Mama.” Namun Riu yang tidak mengerti d

