“Bagaimana bisa kau bertindak sendirian tanpa mengatakan apa-apa padaku dan dipukuli sampai babak belur seperti ini?” “Ini tidak sakit. Aku sudah baik-baik saja, jadi berhentilah menangis karena ini sudah tidak terasa sakit lagi.” Airin yang sebelumnya mengobati luka di wajah Arthur sambil terisak-isak itu langsung menahan isakannya saat mendengar apa yang Arthur katakan padanya. Tangannya yang ada di wajah Arthur jatuh begitu saja dengan lunglai ke atas pangkuannya. “Aku yang tidak baik-baik saja,” kata Airin. “Bagaimana aku bisa baik-baik saja melihatmu jadi seperti ini setelah mengungkapkan tentang Riu pada orang tuamu? Bagaimana aku bisa baik-baik saja saat memikirkan orang tuaku mungkin akan melakukan yang lebih buruk dari yang dilakukan oleh orang tuamu jika mereka juga tahu nanti

