“Kenapa sih tadi aku sok pintar sekali ingin melompat ke atas bantal? Seharusnya aku pakai tali dari selimut! Jika pakai tali aku tidak akan terkilir dan kebingungan tidak bisa kembali ke kamarku seperti ini!” Ini sudah lewat tengah malam, namun Airin yang sebelumnya mengendap-endap pergi untuk melarikan diri itu kini justru sedang mengendap-endap berusaha untuk kembali masuk ke kamarnya. Yang sayangnya ia tidak tahu bagaimana caranya untuk naik kembali ke kamarnya karena tidak ada alat yang bisa digunakan untuk memanjat. “Ah, sial sekali! Aku benar-benar sangat sial!” Airin menendang tumpukan bantal yang sebelumnya ia lemparkan dari balkon kamarnya untuk dijadikan sebagai tempat pendaratan yang sayangnya tidak berguna karena ia justru jatuh ke atas rumput yang membuat kakinya jadi terk

