“Ah! Aaaaah!” Dokter yang hendak menyuntik Airin itu mengurungkan niatnya saat mendengar wanita itu menjerit. Membuatnya jadi bingung sebab Airin menjerit seperti itu saat dirinya bahkan belum menempelkan jarum suntiknya di kulit wanita itu. “Jangan suntik! Kumohon jangan suntik aku,” ujar Airin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sementara telapak tangan kanannya menutupi lengan kirinya yang ingin disuntik oleh dokter tersebut. “Beri aku obat saja. Yang paling pahit juga tidak apa-apa. Aku akan meminum obat yang paling pahit di dunia asalkan dokter tidak menyuntikku,” kata Airin yang memberikan penawaran pada dokter parus baya itu dengan ekspresi yang terlihat sangat serius. “Suntik saja, Pak Dokter!” Namun Mama justru menyuruh dokter untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai Airin

