Pagi Harinya Pengantin Baru

1920 Kata

“Sebentar lagi.” “Oh!” Airin yang sebelumnya sudah mau mendudukkan tubuhnya itu memekik terkejut saat tiba-tiba tangannya ditarik hingga membuat tubuhnya terhempas ke atas tempat tidur dengan kepalanya yang kembali jatuh di atas lengan kiri Arthur. Dan kedua mata wanita itu jadi membesar saat melihat Arthur yang ia pikir masih tidur kini menatapnya dengan kedua mata yang bahkan terlihat lebih segar dari matanya. “Sejak kapan kau bangun?” tanya Airin. Pandangannya lalu turun ke bawah, ke arah tangan kanan Arthur yang melingkari perutnya. “Dan sejak kapan aku bilang kau boleh memelukku seenaknya begini?” “Padahal tanganku sudah begini sejak semalam, tapi kenapa kau baru protes sekarang, uh? Kau pasti tidur sangat nyenyak sampai mimpi indah dan bangun kesiangan karena aku memelukmu, kan?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN