“Sarapan! Aku harus buat sarapan sekarang!” Bibi Lily yang sedang mencuci piring menolehkan kepalanya saat mendengar kehebohan yang Airin ciptakan saat memasuki dapur. Wanita itu bangun kesiangan dan masih dengan wajah dan rambut yang berantakan ia sudah sibuk mengacak-acak lemari pendingin untuk mencari bahan makanan yang bisa dimasaknya untuk Arthur. “Tuan sudah berangkat, Nyonya.” Perkataan Bibi Lily membuat Airin menghentikan kesibukannya. Bibi Lily berjalan menghampirinya sambil mengeringkan tangannya yang basah dengan celemeknya sementara Airin dengan kecewa menutup pintu lemari pendingin dan berjalan menuju meja makan. “Padahal sudah kubilang aku akan menyiapkan sarapan untuknya. Tapi kenapa dia malah pergi begitu saja begini?” gerutu Airin. “Ini sudah hampir pukul 10, Nyonya.

