“Dia benar-benar sangat kecewa. Dia langsung pergi tanpa mengatakan apapun lagi dengan kedua mata berkaca-kaca.” Airin menghela napas panjang, merasa bersalah pada ibu mertuanya itu settelah Arthur menceritakan padanya bagaimana mamanya menerima fakta jika dirinya sedang tidak hamil. “Sepertinya dia benar-benar ingin segera punya cucu,” gumam Airin sambil menatap foto di layar ponselnya yang telah membuat Mama Arthur jadi salah paham. “Tapi bagaimana bisa dia justru salah fokus pada mangkuk dan sendok milik Riu padahal semua orang hanya fokus pada rotinya saja?” “Lain kali kau harus lebih berhati-hati. Mamaku itu sangat jeli,” kata Arthur sambil ikut melihat foto di layar ponsel Airin. Kemudian sambil kembali menatap Airin ia berkata, “Memangnya kau sangat senang dengan roti yang kusiap

