“Halo, Istriku! Benar, ini aku suamimu! Kau sedang apa, sekarang, Istriku?” Mulut Airin terbuka lebar saking takjubnya saat ia mendengar apa yang Arthur ucapkan padanya begitu ia menjawab panggilan dari pria itu. Ia sampai menjauhkan ponsel dari telinganya untuk memastikan jika itu memang Arthur yang meneleponnya. “Kau kenapa?” tanya Airin setelah menempelkan ponsel kembali ke telinganya. “Apa ada yang menodong kepalamu dengan pistol sekarang dan memaksamu untuk menelepon seseorang hingga kau sengaja ingin menumbalkanku begini?” “Hahaha, istriku ini lucu sekali! Bagaimana bisa ada manusia yang begitu imut seperti dirimu, uh? Istriku! Aku benar-benar merindukanmu dan ingin segera pulang agar bisa bertemu denganmu, Istriku!” Mulut Airin kembali terbuka lebar, benar-benar merasa heran den

