“Airin! Ayo bangun! Cepat bangun!” “Ah~ Tidak mau! Aku masih ngantuk. Mataku perih sekali rasanya tidak mau terbuka.” Ini baru jam 3 pagi dan rasanya belum lama sejak Airin kembali tidur namun sekarang Arthur justru memaksanya untuk kembali bangun hingga membuatnya jadi merengek kesal. Wanita itu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, bersembunyi di dalam sana agar Arthur tidak lagi mengganggu tidurnya. “Kau tidak mau lihat matahari terbit, uh? Matahari terbitnya bagus sekali, lho. Lebih bagus dari matahari terbenam yang kemarin kita lihat.” Namun tentu saja itu tidak akan menghentikan Arthur untuk membujuknya karena sekarang pria itu justru ikut masuk ke dalam selimut dan membuat erangan Airin jadi semakin keras sebab guncangan yang Arthur berikan pada tubuhnya juga jadi sem

