“Oh, ini sudah jam 10.” Arthur menggeliatkan tubuhnya sambil meletakkan kembali ponselnya di atas nakas yang berada di sebelah tempat tidurnya setelah memeriksa jam. “Padahal aku membawa mereka ke sini untuk liburan, tapi kenapa mereka malah tidur terus?” gerutu Arthur saat melihat Airin dan Riu yang tidur dengan menggunakan selimut yang sama dengannya. Namun cemberut di wajah Arthur berubah menjadi senyuman saat ia melihat betapa manisnya Airin dan Riu yang tidur dengan posisi saling berpelukan. “Sepertinya mereka cocok dengan udara pegunungan yang dingin. Mereka terus tidur sejak kemarin,” gumam Arthur sambil merapikan selimut yang dipakai oleh Airin dan Riu untuk memastikan keduanya tetap hangat di tengah udara pegunungan yang dinginnya terasa menggigit hingga ke tulang. Arthur ti

