Awal Perjalanan Yang Sulit

1130 Kata

“Tidak mau! Mau lihat Tarzaaaaan!” “Nanti, ya. Sekarang Tarzannya sedang hibernasi, nanti kita ke sini lagi kalau–“ “Tarzaaaaan~” Airin hanya bisa meringis melihat Riu yang duduk di pangkuannya menangis semakin keras karena keinginannya yang tidak terpenuhi. Ia lalu menolehkan kepala ke sebelahnya, ke arah Arthur yang menyetir dengan serius seolah tangisan keras Riu sama sekali tidak mengganggunya. “Apa terjadi sesuatu pada Kaia?” tanya Airin yang masih bingung mengapa sekarang mereka tiba-tiba pulang seperti ini karena Arthur masih belum menjelaskan apapun padanya setelah menerima telepon dari Kaia yang kemudian membuat pria itu langsung memutuskan untuk pulang. “Tidak, dia tidak apa-apa,” sahut Arthur tanpa menatap Airin. “Lalu kenapa–“ “Riu, berhentilah menangis! Kau tetap tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN