“Cepat, Jerry! Kenapa kau menyetirnya lambat sekali, uh? Kau sengaja, ya?” Jerry yang sedang mengemudi itu melirik Arthur yang sejak tadi terus saja mengomelinya sambil menggenggam erat-erat roda kemudi untuk menekan emosinya yang tentu saja tidak akan bisa ia lampiaskan pada Arthur. “Aku juga ingin cepat jika bisa, Tuan. Tapi lihatlah jalanannya sedang macet begini,” kata Jerry yang membuat Arthur jadi semakin gusar. “Coba jalan lain! Cari jalan yang tidak macet! Aku harus segera sampai rumah karena Airin tidak akan bisa menghadapi mamanya sendirian. Wanita itu... Aku tidak bisa percaya dengan apapun yang akan dia katakan pada mamanya!” Jerry diam-diam kembali melirik Arthur melalui kaca spion dan menjadi semakin kesal pada pria itu saat melihatnya gusar. Padahal Jerry hanya ingin bek

