“Nyonya! Nyonya!” Airin sedang menemani Riu menggambar di teras belakang rumahnya saat tiba-tiba Bibi Lily menghampirinya dengan berlari. Membuat Airin menatapnya dengan heran karena wanita itu tampak panik sementara kedua tangannya dipenuhi sepatunya dan Riu serta beberapa barang dan mainan milik Riu. “Bibi kena–“ “Mamamu datang lagi,” kata Bibi Lily yang membuat kedua mata Airin langsung terbelalak lebar. “Nyonya, cepat bukakan pintu untuknya. Aku akan membawa Tuan Muda bersembunyi di kamarnya.” “Aduh...” Bibi Lily sudah menggendong Riu ke kamarnya, namun Airin masih kebingungan di tempatnya tidak tahu harus melakukan apa karena tiba-tiba mendapat serangan seperti ini saat sedang menikmati siang harinya yang tenang. “Kenapa Mama datang lagi? Kenapa dia jadi sering sekali datang?” Ka

