Pria Baik Yang Jahat

1657 Kata

“Papa!” “Oh!” Arthur tertawa saat Riu yang menyambut kedatangannya langsung menabrak tubuhnya dan memeluk kedua kakinya dengan erat. Ia mengangkat tubuh anak itu ke dalam gendongannya dan mendaratkan satu kecupan di masing-masing pipi kiri dan kanannya. “Kenapa kau belum tidur, uh? Kau nonton Pororo?” tanya Arthur sambil membawanya menuju kamarnya. “Tuan.” Arthur menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan Bibi Lily di ruang tengah. Wanita itu tersenyum padanya meski kedua matanya yang sembab dan memerah tidak bisa membohongi Arthur bahwa sebelumnya ia juga telah menangis sangat banyak. “Aku akan menghangatkan makan malam untuk Tuan. Turunlah setelah berganti pakaian,” kata Bibi Lily yang dijawab dengan gelengan oleh Arthur. “Aku akan kembali ke rumah duka setelah berganti pakaian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN