Kemalangan Bertubi-tubi

1394 Kata

“Pasien tidak dapat bertahan lebih lama dan dia menghembuskan napas terakhirnya sekitar 5 menit yang lalu.” Setelah mendengar perkataan dokter, untuk sedetik rasanya jantung Arthur seperti berhenti berdetak sebelum di detik berikutnya jantungnya berdetak dengan cepat ddan kuat hingga membuat dadanya menjadi sakit dan sesak. Arthur merasa kepalanya menjadi sangat berrat sementara kedua kakinya melemas. Namun ia tetap berusaha untuk melangkahkan kakinya menghampiri tempat tidur Kaia dengan langkahnya yang tertatih-tatih. “Kaia...” Arthur memanggil Kaia yang seluruh tubuh dan wajahnya telah tertutup oleh kain putih setelah berdiri tepat di sebelah tempat tidur dengan kedua tangannya yang berpegangan pada tepian tempat tidur untuk menopang tubuhnya yang terasa sangat lemas. “Aku datang. Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN