Ledakan Bom Waktu

1521 Kata

“Kami akan berusaha yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa pasien melalui operasi ini. Namun karena peluang keberhasilannya hanya 20%, kami berharap Tuan bisa menyiapkan hati untuk kemungkinan yang terburuk.” Dokter itu lalu masuk ke dalam ruang operasi, meninggalkan Arthur seorang diri di ruangan tersebut. Arthur menatap lampu di atas pintu ruang operasi yang menyala sebagai tanda telah dimulainya proses operasi. Arthur berpegangan pada dinding saat merasakan kedua kakinya yang semakin lemas tidak dapat menopang tubuhnya lebih lama sebelum mendudukkan dirinya di kursi. “Ya Tuhan...” Arthur menautkan jari-jarinya yang gemetar sambil memejamkan kedua matanya. Rasa takutnya menjadi semakin besar saat ia teringat bagaimana tubuh Kaia yang telah kehilangan kesadarannya mengalami kejang-kej

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN