“Aku akan berangkat sekarang. Sampai jumpa–“ Bibi Lily yang sedang membereskan meja makan itu menatap bingung pada Airin yang pergi begitu saja meninggalkan Arthur yang bahkan belum selesai berpamitan padanya. Sadar jika Bibi Lily sedang memperhatikannya, Arthur menatapnya lalu dengan suara berbisik berkata, “Dia sedang tanggalnya. Jadi pastikan Bibi memberinya jamu setiap hari agar dia tidak merasa kesal terus.” “Oh, ya ampun.” Bibi Lily menghela napas lega. “Kupikir kalian sedang bertengkar. Jika itu hanya soal datang bulannya, maka aku yang akan mengurusnya.” Arthur menganggukkan kepalanya lalu beralih pada Riu. Mengelus puncak kepala anak itu sebentar sebelum meninggalkannya setelah mendaratkan satu kecupan di pipi putranya itu. “Bukan karena datang bulan, kok. Kami memang sedang

