“Aduh... kenapa kalian buka pintunya lama sekali? Kalian baru bangun tidur, ya?” keluh Mama Arthur saat akhirnya pintu rumah tersebut terbuka. Ia melangkah masuk diikuti oleh suami dan kedua besannya sementara Airin dan Arthur berdiri di sebelah pintu dengan kikuk. “Mama yang kenapa datang tiba-tiba tanpa memberi kabar? Datang rombongan seperti ini... Kami belum menyiapkan apa-apa untuk kalian,” kata Arthur yang diangguki oleh Airin. “Memangnya kalian mau menyiapkan apa jika kami bilang akan datang?” tanya Mama Airin. “Ada pesta pernikahan dan kebetulan kami semua diundang, karena itu kami datang bersama. Tapi di jalan pulang besanku bilang dia sakit perut.” Mama Airin menjelaskan yang ditimpali dengan ringisan oleh Mama Arthur. “Bukankah lebih enak pergi ke toilet umum atau pom bensin

