“Padahal Nyonya sudah sangat menantikan hal ini. Aku benar-benar minta maaf karena harus pulang membawa Riu yang sedang sakit.” Airin menatap tidak enak hati pada Bibi Lily yang merasa bersalah padanya padahal seharusnya dirinya lah yang sepatutnya merasa demikian. “Aku yang harusnya minta maaf karena mengacaukan rencana Bibi untuk liburan bersama keluarga Bibi. Karena Riu di sini, bagaimana jika Bibi kembali saja untuk melanjutkan liburan dengan keluarga Bibi?” tawar Airin. “Bagaimana bisa aku membiarkan Nyonya mengurus dua orang yang sedang sakit sendirian?” Bibi Lily berkata sambil terus mengaduk bubur yang sedang dimasaknya. “Sebaiknya Nyonya temani Tuan dan Tuan Muda saja. Aku akan mengantarkan buburnya ke atas jika sudah matang nanti.” Airin menuruti saran Bibi Lily dan melangkah

