Pernikahan Yang Janggal

1388 Kata

“Aku merindukanmu, Kaia. Tidakkah kau juga merindukanku? Tidakkah kau rindu kita yang dulu?” Kaia dan Airin saling berpandangan dengan wajah terkejut. Arthur memang mabuk dan mengucapkan semua itu tanpa sadar saat sedang tertidur, namun baik Airin maupun Kaia dapat dengan jelas mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya meski diucapkan dengan suara yang terdengar parau. “Kaia… Aku–“ “Tutup mulutmu, sialan!” Airin dengan cepat menyela perkataan Arthur sambil melemparkan bantal sofa ke wajahnya sebelum pria itu mengatakan apapun tentang Kaia dalam keadaan tidak sadar. Masalahnya Arthur yang sedang teler itu tidak akan tahu masalah macam apa yang akan diciptakannya jika terus membicarakan tentang Kaia saat sedang mabuk begini. Namun Airin dan Kaia yang mendengarnya dalam keadaan sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN