“Kenapa kau lama sekali?” Saat sampai di tempat parkir, Airin disambut dengan Arthur yang tampak kesal berdiri di depan mobilnya sambil menggendong tubuh Riu yang sudah tertidur. “Kalau buru-buru kenapa tidak pergi sendiri? Siapa yang menyuruhmu menungguku?” balas Airin dengan nada tidak senang. “Aku tidak bawa mobil dan Jerry belum menyelesaikan pekerjaannya jadi aku tidak bisa minta jemput,” jelas Arthur. “Kau kan bisa naik taksi.” “Untuk apa buang uang naik taksi jika kau bawa mobil?” “Wah...” Airin geleng-geleng kepala tak percaya. “Sudah cukup jika aku yang jadi orang pelitnya dalam pernikahan ini. Kenapa sekarang kau juga ikut-ikutan jadi pelit, uh?” “Sampai kapan kau mau mendebatku begini, uh? Tanganku sudah sakit sekali ini menggendong Riu sejak tadi. Cepat kemarikan kunci

