“Apa yang kau lakukan di sini?” Jerry yang sebelumnya sedang serius mengerjakan laporan di dalam ruang kerja Arthur langsung mengangkat kepalanya saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Membuatnya langsung bangkit dari duduknya saat melihat Papa Arthur melangkahkan kaki mendekat padanya. “Di mana Arthur? Kenapa kau duduk di sana?” tanya Papa yang berpikir jika Jerry ini lancang sekali karena berani duduk di kursi direktur seperti ini. Namun Jerry justru menghela napas panjang, memasang ekspresi paling memelas di wajahnya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengadukan Arthur pada sang bos besar. “Ini sudah biasa, Tuan. Karena meski aku hanya digaji sebagai seorang sopir dan asisten, namun aku juga melakukan pekerjaan direktur seperti ini,” adu Jerry yang justru membuat Pa

