“Sayang!” Langkah Airin langsung terhenti karena seruan keras Arthur yang mengejutkannya. Padahal itu dirinya yang berencana untuk memberi kejutan pada Arthur, namun nyatanya justru pria yang kini sudah meninggalkan meja kerjanya untuk menyambut kedatangannya dengan sebuah pelukan yang sangat erat inilah yang berhasil membuatnya terkejut. “Bagaimana kau bisa tahu jika aku datang?” tanya Airin. “Tentu saja aku tahu. Jantungku berdebar dengan cara yang berbeda setiap kau ada dalam radius 3 meter dariku jadi saat ritme detakannya berubah aku langsung tahu jika itu kau yang datang,” kata Arthur yang membuat Airin memicingkan matanya. “Sepertinya kau sudah lupa bagaimana saat terakhir kali aku datang ke sini kau mengabaikanku sejak siang sampai sore dan bahkan sampai aku ketiduran pun kau

